Newest Post

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

| Selasa, 02 Juli 2013
Baca selengkapnya »


SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
A.      Kelembagaan, Program, dan Pengelolaan Pendidikan
1.       Kelembagaan Pendidikan
Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar.
Berdasarkan UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan dan program serta pengelolaan pendidikan.
a.       Jalur Pendidikan
1)      Jalur Pendidikan Sekolah
Merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan.
2)      Jalur Pendidikan Luar Sekolah
Merupakan Pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan. Pendidikan luar sekolah sifatnya tidak formal dalam arti tidak ada keseragaman pola yang bersifat nasional.
b.      Jenjang Pendidikan
1)      Jenjang Pendidikan Dasar
Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk meberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dasar.  Pendidikan Dasar juga berfungsi mepersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.
2)      Jenjang Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah yang lamanya tiga tahun sesudah pendidikan dasar, diselenggarakan di SLTA ( Sekolah Lanjutan Tingkat atas ) atau satuan pendidikan yang sederajat. Pendidikan menengah dalam hubungan ke bawah berfungsi sebagai lanjutan dan perluasan pendidikan dasar, dan dalam hubungan ke atas mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan tinggi ataupun lapangan kerja.
3)      Jenjang Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan oendidikan menengah, yang diselenggrakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/ atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/ atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/ atau kesenian.
2.       Program dan Pengelolaan Pendidikan
a.       Jenis Program Pendidikan
1)      Pendidikan Umum
Pendidikan Umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan.
2)      Pendidikan Kejuruan
Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu, seperti bidang tekhnik, jasa boga dan busana, perhotelan, kerajinan, administrasi perkantoran, dan lain-lain.
3)      Pendidikan Luar Biasa
Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan khusus yang diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan/ atau mental.
4)      Pendidikan Kedinasan
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan khusus yang diselenggrakan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen pemerintah atau lembaga pemerintah nondepartemen.
5)      Pendidikan Agama
Pendidikan Keagamaan merupakan pendidikan khusus yang mepersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama.
b.      Kurikulum Program Pendidikan
1)      Kurikulum Nasional
Kurikulum menjembatani tujuan pendidikan nasional dengan praktek pengalaman belajar riil di lapangan/ sekolah. Kurikulum Nasional itu adalah kurikulum yang mengandung cirri-ciri sebagai berikut :
-          Diberlakukan sama pada setiap macam satuan pendidikan di seluruh Indonesia
-          Ditetapkan oleh Pemerintah ( Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  atau menteri lain atau pimpinan lembaga pemerintahan nondepartemen berdasarkan pelimpahan wewenang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan )
-          Tujuannya untuk menggalang kesatuan nasional dan pengendalian mutu pendidikan secara nasional.
2)      Kurikulum Muatan Lokal
a.       Latar Belakang
Keanekaragaman budaya, lingkungan social, dan kondisi alam itu merupakan kekayaan hidup bangsa Indonesia, oleh karena itu perlu dilestarikan dan dikembangkan melalui upaya pendidikan. Sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, dan bertugas menyiapkan peserta didik untuk untuk tujuan kemasyarakatan. Karena itu program pendidikan sekolah harus bermuatan unsure-unsur lingkungan yaitu yang disebut muatan local, yang akan memelihara jalinan antara sekolah dengan lingkungannya.
b.      Pengertian Muatan Lokal
Muatan Lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan social, dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah.
c.       Tujuan Muatan Lokal
Dalam hubungannya dengan kepentingan nasional, muatan local dapat :
1.       Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang khas daerah
2.       Mengubah nilai dan sikap masyarakat terhadap lingkungan kearah yang positif
Dari sudut kepentingan peserta didik muatan local dapat ;
1.       Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap lingkungannya ( lingkungan alam, social, dan budaya )
2.       Mengakrabkan peserta didik dengan lingkungannya sehingga mereka tidak asing dengan lingkungannya.
3.       Menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari untuk memecahkan masalah yang ditemukan  dilingkungan sekitarnya.
4.       Memanfaatkan sumber belajar yang kaya yang terdap[at di lingkungannya
5.       Mempermudah peserta didik menyerap mereka materi pelajaran.

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 02 Juli 2013
With 0komentar

Fakta Unik Dan Menakjubkan Tentang Semut

| Senin, 01 Juli 2013
Baca selengkapnya »


koloni semut

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml. Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 surah ini berisikan tentang kisah seekor pemimpin semut yang menginstruksikan anak buahnya untuk segera masuk sarang karena nabi Sulaiman as dan tentaranya akan melewati tempat itu. Nabi Sulaiman as yang mempunyai mu’jizat bisa mengerti suara hewan kemudian merasa takjub atas kejadian tersebut dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepadanya.

“Hingga apabila mereka sampai dilembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

Berikut ini merupakan sebagian kecil fakta-fakta menakjubkan dan unik dari semut yang perlu kita ketahui sebelum kita menginjak mereka yang sedang lewat di tanah maupun lantai rumah kita:

1. Semut Lebih Pintar Daripada yang Kalian Pikirkan

Binatang dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya adalah semut. Mereka dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Mereka memiliki sekitar 250.000 sel otak di kepalanya.

2. Semut Sangat Ahli di Bidang Pertanian

Semut telah memulai bertani dan berkebun 50 juta tahun lebih awal sebelum manusia untuk meningkatkan jumlah makanan mereka. Para semut menggunakan teknik hortikultura yang sangat canggih untuk meningkatkan hasil panen mereka. Mereka mensekresikan zat kimia yang kaya antibiotik untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sarang mereka juga dibangun dengan sistem yang sangat canggih untuk mengontrol temperatur dan kelembapan.

3. Semut Merupakan Ahli Strategi Perang

Antara spesies semut yang berbeda, bahkan yang sama sekali pun terkadang “bertarung” dan “berperang” satu sama lain, dan peperangan ini bisa berlanjut selama beberapa jam, hari bahkan minggu.

Salah satu pertempuran semut yang paling luas jangkauaanya adalah pertempuran sejenis Pavement Ant. Dan pertempuran paling besar adalah antara superkoloni semut Argentina yang menyebabkan jatuhnya jutaan korban semut yang tewas dalam sehari saja.

Beda lagi dengan semut Amazon, mereka adalah sejenis semut yang suka “memperbudak” semut lain untuk dijadikan pekerja. Mereka mendapatkan budak dari hasil invasi ke sarang semut lainnya. Sebelum menyerang mereka akan mengobservasi sarang lawan. Setelah dua hari, semut amazon pun langsung menyerang, dengan mudah mereka menaklukkan lawannya yang rata-rata telah panik dan tidak terorganisir sama sekali. Budak pun didapatkan. (Bagaimana cara menebus budak semut ya?)

4. Jumlah Semut Sangat Banyak Sekali

Jika dikalkulasikan, 10% dari keseluruhan hewan di dunia merupakan semut. Dan jika ditimbang, jumlah massa semua semut di bumi sama dengan jumlah massa semua manusia di bumi

5. Semut Bisa Membentuk Superkoloni

Semut argentina merupakan jenis semut yang suka menyerang. Mereka membentuk superkoloni yang besar dan banyak sekali di Kalifornia, AS. Superkoloni tersebut memiliki jutaan sarang dengan jangkauan hampir ratusan mile (ratusan kilometer) dan kedalaman sarang 6 meter ke bawah.

Semut dari sarang yang berbeda namun dalam satu koloni sangat jarang terlihat saling serang satu sama lain. Superkoloni terbesar terdapat di Kalifornia bagian selatan, dengan panjang 600 mile (sekitar 965 kilometer)

Fakta Unik Dan Menakjubkan Tentang Semut

Posted by : Unknown
Date :Senin, 01 Juli 2013
With 0komentar

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem based learning)

|
Baca selengkapnya »

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem based learning)
Pembelajaran sebagai suatu sistem instruksional mengacu pada pengertian sebagai perangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan Pembelajaran terjemahan dari kata “instruction” yang terdiri dari self instruction (dari dalam internal) dan eksternal instruction (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat internal antara lain datang dari guru yang disebut teaching atau pengajaran. Dalam pembelajaran yang bersifat eksternal prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi prinsipprinsip pembelajaran .
Dari pengertian diatas dapat dikatakan bahwa pembelajaran dapat berhasil jika ada feed back atau balikan yang baik antara guru dengan peserta didik atau siswa. Seorang guru harus berusaha sebaik mungkin agar siswa dapat membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan memahami apa yang dipelajari, sehingga akan membentuk suatu perubahan pada diri siswa sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Jika sudah terjadi feed back antara guru dan siswa maka diharapkan tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai.
Pada hakekatnya pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik secara terprogram agar siswa mampu belajar secara aktif. Proses pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa. Sebagai suatu sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi, dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar semua komponen terjadi kerjasama, karena itu guru tidak hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja, tetapi ia harus memperhatikan dan mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.
Salah satu model yang dilakukan untuk menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung yaitu melalui pembelajaran dengan melakukan apersepsi atau pembukaan dengan menghubungkan materi yang telah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. Apersepsi ini dilakukan untuk menarik perhatian siswa sehingga siswa fokus pada materi yang diberikan dan dalam pemberian materi sebaiknya harus disertai media yang mendukung sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, kemudian mengakhiri pelajaran dengan menarik kesimpulan. Variasi gaya penyajian, model pembelajaran, menggunakan media yang menarik disesuaikan dengan materi pelajaran, maka diharapkan proses pembelajaran tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan dan dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Tujuan pembelajaran adalah membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan merubah tingkah laku siswa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perubahan tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, ketrampilan dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan prilaku siswa Dalam rangka mencapai tujuan kurikuler lembaga menyelenggarakan serangkaian kegiatan pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Setiap kegiatan mengandung tujuan tertentu, yaitu suatu tuntutan agar subjek belajar setelah mengikuti proses pembelajaran menguasai sejumlah pengetahuan, ketrampilan dan sikap sesuai dengan isi
proses pembelajaran tersebut.
Komponen-Komponen Pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran untuk menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. kegiatan belajar mengajar sebagai suatu sistem mengandung sejumlah komponen yang meliputi tujuan, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat dan sumber serta evaluasi.
a. Tujuan
Dalam kegiatan belajar mengajar, tujuan adalah cita-cita yang ingin disampaikan dalam kegiatannya. Dimana terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik.
b. Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Bahan sebagai sumber belajar membawa pesan untuk tujuan pengajaran.
c. Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
d. Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.
e. Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Alat mempunyai fungsi yaitu alat sebagai perlengkapan, alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan dan alat sebagai tujuan.
f. Sumber Pelajaran
Sumber belajar merupakan bahan / materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi si pelajar.
Segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
g. Evaluasi
Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dan sesuatu.
Model Pembelajaran
Istilah Model pembelajaran dibedakan dari istilah strategi, metode, dan prinsip pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode , dan prinsip pembelajaran. Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam setting tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lainlain.
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melakukan aktivitas pembelajaran. Kegiatan belajar yang telah dirancang dan dilaksanakan dengan penuh keahlian guru dapat menghasilkan suasana dan proses pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengkoordinasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, yang berfungsi sebagai pedoman guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengelola lingkungan pembelajaran dan mengelola kelas. Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran diperlukan perangkat pembelajaran yang dapat disusun dan dikembangkan oleh guru.
Macam-Macam Model Pembelajaran
Model pembelajaran terdiri dari model pembelajaran langsung (Direct instruction), model pembelajaran kooperatif, (Cooperatif learning), model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem based learning), model pembelajaran diskusi (Discussion), dan model pembelajaran strategi (Learning strategi).
a. Pembelajaran langsung (Direct Instruction)
Pembelajaran langsung (direct instruction) adalah pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, yang disusun dengan baik dan diajarkan secara bertahap (step by step). Yang dimaksud pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan untuk mengetahui tentang sesuatu sedangkan pengetahuan prosedual adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu
b. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Kauchak dan Eggen mendefinisikan belajar kooperatif sebagai bagian dari strategi mengajar yang digunakan siswa untuk membantu satu dengan yang lain dalam mempelajari sesuatu. Pembelajaran kooperatif juga dinamakan ”pengajaran teman sebaya”
c. Pembelajaran berdasarkan masalah (Problem-Base Instruction)
Pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuan sendiri , menumbuhkan ketrampilan yang lebih tinggi dan inquiri, memandirikan siswa, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri sendiri
Masalah autentik diartikan sebagai masalah kehidupan nyata yang ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
d. Diskusi (Discussion)
Diskusi adalah suatu model pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya dialog antar guru dan siswa , serta antara siswa dengan siswa.
e. Learning Strategis
Pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir dan bagaimana memotivasi diri sendiri.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Sebagai landasan pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis masalah:
Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh
pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah
Pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang cirri utamanya pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama dan
menghasilkan karya atau hasil peraga. Model pembelajaran menyajikan masalah autentik dan bermakna sehingga siswa dapat melakukan penyelidikan dan menemukan sendiri.
Model ini bercirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari siswa untuk melatih dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta mendapat pengetahuan konsep-konsep penting. Pendekatan pembelajaran ini mengutamakan proses belajar dimana tugas guru harus memfokuskan diri untuk membantu siswa mencapai ketrampilan mengarahkan diri. Pembelajaran berdasarkan masalah penggunaannya di dalam tingkat berfikir lebih, dalam situasi berorientasi pada masalah, termasuk bagaimana belajar.
Guru dalam pembelajaran berdasarkan masalah berperan sebagai penyaji masalah, penanya, mengadakan dialog membantu menyelesaikan masalah, dan memberi fasilitas penelitian. Selain itu guru menyiapkan dukungan dan dorongan yang dapat meningkatkan pertumbuhan intelektual siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah hanya dapat terjadi jika guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang terbuka dan membimbing pertukaran gagasan.
Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah
a. Membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan ketrampilan intelektual.
b. Melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui pengalaman nyata atau simulasi sehingga ia dapat mandiri
Ciri-Ciri Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Pengajuan Masalah atau Pertanyaan
Pengaturan pembelajaran masalah berkisar pada masalah ataunpertanyaan yang penting bagi siswa maupun masyarakat. Pertanyaan dan masalah yang diajukan itu haruslah memenuhi kriteria sebagai berikut:
1 Autentik. Yaitu masalah harus lebih berakar pada kehidupan dunia nyata dari pada berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.
2 Jelas. Yaitu masalah dirumuskan dengan jelas, dalam arti tidak menimbulkan masalah baru bagi siswa yang pada akhirnya menyulitkan penyelesaian siswa.
3 Mudah dipahami. Yaitu masalah yang diberikan hendaknya mudah dipahami siswa. Selain itu, masalah disusun dan dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
4 Luas dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Yaitu masalah yang disusun dan dirumuskan hendaknya bersifat luas, artinya masalah tersebut mencakup seluruh materi pelajaran yang akan diajarkan sesuai dengan waktu, ruang dan sumber yang tersedia. Selain itu, masalah yang telah disusun tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
5 Bermanfaat. Yaitu masalah yang disusun dan dirumuskan haruslah bermanfaat, baik bagi siswa sebagai pemecah masalah maupun guru sebagai pembuat masalah. Masalah yang bermanfaat adalah masalah yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan memecahkan masalah siswa serta membangkitkan motivasi belajar siswa.
b. Keterkaitan dengan Berbagai Masalah Disiplin Ilmu
Masalah yang diajukan dalam pembelajaran berbasis masalah hendaknya mengaitkan atau melibatkan berbagai disiplin ilmu.
c. Penyelidikan yang Autentik
Penyelidikan yang diperlukan dalam pembelajaran berbasis masalah bersifat autentik. Selain itu penyelidikan diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah yang bersifat nyata. Siswa menganalisis dan merumuskan masalah, mengembangkan dan meramalkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen, menarik kesimpulan dan menggambarkan hasil akhir.
d. Menghasilkan dan Memamerkan Hasil/Karya
Pada pembelajaran berbasis masalah, siswa bertugas menyusun hasil penelitiannya dalam bentuk karya dan memamerkan hasil karyanya. Artinya hasil penyelesaian masalah siswa ditampilkan atau dibuatkan laporannya.
e. Kolaborasi
Pada pembelajaran masalah, tugas-tugas belajar berupa masalah harus diselesaikan bersama-sama antar siswa dengan siswa , baik dalam kelompok kecil maupun besar, dan bersama-sama antar siswa dengan guru.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terdiri dari lima langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa.
Tahap 1 Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan,
memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
Tahap 2 Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Tahap 3 Membimbing penyelidikan individual dan kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya.
Tahap 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu berbagai tugas dengan temannya
Tahap 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses-proses yang mereka gunakan

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem based learning)

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

SUMBER ILMU: Manfaat Alam Bagi Kehidupan Manusia dan Ilmu Penge...

|
Baca selengkapnya »
SUMBER ILMU: Manfaat Alam Bagi Kehidupan Manusia dan Ilmu Penge...: Manusia sebagai pengemban alam ditugaskan oleh Allah Swt untuk mengendalikan alam dengan akalnya. Dalam pengalaman sejarah manus...

SUMBER ILMU: Manfaat Alam Bagi Kehidupan Manusia dan Ilmu Penge...

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Manfaat Alam Bagi Kehidupan Manusia dan Ilmu Pengetahuan

|
Baca selengkapnya »

Manusia sebagai pengemban alam ditugaskan oleh Allah Swt untuk mengendalikan alam dengan akalnya. Dalam pengalaman sejarah manusia mengalami dua pengalaman hidup yaitu pertama, manusia dikendalikan oleh alam seperti banjir, gempa tanah longsor dan lain sebagainya. Dan yang kedua alam dapat dikendalikan oleh manusia lalu menjadi teman dalam kehidupan insani seperti hujan deras diantisipasi dengan payung, tanah yang gersang dapat ditata menjadi subur, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu, dunia ilmiah sangat dekat dengan dunia petualangan alam bebas. Dan tentu saja didunia petualangan tersebut memerlukan kecakapan dan keahlian yang tidak diajarkan dikurikulum fakultas atau universitas. Menjadi seorang speleolog, biolog, geolog atau yang lainnya tak cukup hanya lulus sarjana atau pascasarjana lalu meraih gelar doctor dengan mengandalkan studi pustaka dan penelitian dilaboratorium kampus. Berkutat dilaboratorium hanyalah muara dari serangkaian penelitian. Hulunya adalah dengan penelitian terjun langsung dialam bebas, untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dalam pengkayaan ilmu pengetahuan. Bumi ini masih memiliki kekayaan alam yang belum terdeteksi oleh sebagian orang, karena berada dipedalaman hutan.
Untuk itu tugas para ilmuwanlah untuk menggali rahasia itu. Untuk mengetahui rahasia dan manfaat alam bagi kehidupan manusia dan ilmu pengetahuan, para ilmuwan peneliti tadi mesti menjangkau habitat asli mereka. Meskipun harus menuruni tebing nan curam seperti yang dilakukan Jean Francois Pernette dan Alan Warild untuk bisa mencapai pintu sebuah goa disebuah hutan sub tropis dipulau Madre de Dios (Mother of God) yang mana pada saat itu dipinggang Jean Francois tergantung belasan carabiner yang satu diantaranya terkait pada sebuah tali kernmantle, menuruni tebing yang licin dan berlumut. Itu hanyalah sebagian permulaan dari ekspedisi yang lebih sulit lagi. Para ilmuwan peneliti struktur bebatuan gua itu masih akan mengalami petualangan lebih seru, didalam goa yang punya kedalaman 1200 kaki. Disalah satu gua terdalam dimuka bumi itu, lagi-lagi mereka harus menguras kecakapan Caving (teknik menyusuri gua) dan menuruni dinding dengan teknik rappling. Enam puluh tahun sebelum itu tepatnya tahun 1936, ditanah Papua seorang manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, Dr.A.H.Colijn yang juga seorang petrolog (ahli minyak bumi) dan geolog asal Belanda Dr.J.J Dozy melakukan ekspedisi ilmiah yang juga memerlukan keahlian bertahan dialam itu, naik turun lembah dan sesekali memanjat tebing yang akhirnya menemukan bijih tembaga dikawasan dinding Timur Gletser Morianne. Penemuan itu menjadi cikal bakal industri tembaga dipulau papua. Itu hanya sebagian kecil kisah sorang ilmuwan dalam kehidupan manusia dan mugkin masih banyak lagi. Mereka menyadari, bahwa profesinya kelak perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan teknis berpetualang dibelantara alam dan mengunjungi tempat-tempat yang sangat jarang bahkan mungkin belum pernah dikunjungi oleh manusia lain. Sejak dini mereka sadar bahwa jika ingin menjadi ilmuwan peneliti kelak mereka harus memanjat dan menuruni tebing, mendaki gunung, berkawan dengan belantara berlayar disungai-sungai pedalaman sampai menyelam kedasar lautan. Sayangnya semua keahlian itu tak didapatkan dikurikulum fakultas atau universitas. Seperti menguasai teknik Rock Climbing, Rappling, Caving, Scuba Diving, Hiking dan Junggle Surviving (bertahan hidup dialam bebas) dengan bebagai tingkat kesulitan, maka mengikuti pelatihan dan aktif dalam organisasi kepencintaalaman jadi sebuah pilihan alternative
 
Pengertian Hutan
Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas. Negara Kita Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan beraneka ragam jenisnya dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi akibat pembakaran hutan, penebangan liar, dan lain sebagainya.

B. Fungsi/Kegunaan/Manfaat Hutan Bagi Manusia dan Lingkungan

Hutan memiliki banyak manfaat untuk kita semua. Hutan merupakan paru-paru dunia (planet bumi) sehingga perlu kita jaga karena jika tidak maka hanya akan membawa dampak yang buruk bagi kita di masa kini dan masa yang akan datang.

1. Manfaat/Fungsi Ekonomi
- Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi.
- Membuka lapangan pekerjaan bagi pembalak hutan legal.
- Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri.

2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
- Hutan dapat mengatur iklim
- Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan.

3. Manfaat/Fungsi Hidrolis
- Dapat menampung air hujan di dalam tanah
- Mencegah intrusi air laut yang asin
- Menjadi pengatur tata air tanah

4. Manfaat/Fungsi Ekologis
- Mencegah erosi dan banjir
- Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah
- sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati

C. Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan

1. Keadaan tanah
Daerah gurun pasir akan membentuk hutan yang berbeda dengan daerah tropis
yang banyak hujannya.

2. Tinggi rendah permukaan tanah
Jenis hutan beserta isi tanaman dipengaruhi oleh suhu wilayah yang berbeda antara
dataran tinggi dan dataran rendah.

3. Makhluk hidup
Manusia dapat menentukan di mana boleh ada hutan dan tidak boleh ada hutan.

4. Iklim
Iklim yang memiliki curah hujan tinggi akan membentuk hutan yang lebat
seperti hutan hujan tropis.

Manfaat Alam Bagi Kehidupan Manusia dan Ilmu Pengetahuan

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

SUMBER ILMU: 10 creative ways to teach English that deliver out...

|
Baca selengkapnya »

SUMBER ILMU: 10 creative ways to teach English that deliver out...

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

10 creative ways to teach English that deliver outstanding results

|
Baca selengkapnya »

English lesson
Creative curriculum: inspiring young imaginations using the arts is just one of the ways Anna Warren teaches her pupils. Photograph: Tom Finnie
As a creative school, with a track record in fantastic English results, we are often asked what our specific approach is: how do we teach through the arts yet manage to maintain such high expectations from all our pupils? I'd like to share some of these approaches with you:

Immersion activities

How can children access stories, poems and other texts if their minds and imaginations not fully engaged? We have found that immersing children in a range of creative activities before reading the text means that they are fully prepared, and excited, about the reading journey ahead of them. Through painting, music composition, a film project, in role drama or sculpture, the kids have had a chance to share vocabulary, ideas and concepts which gives their reading fresh meaning and purpose.

Clear purpose

What's the point of reading and writing anything if you don't know why you're doing it? We aim to provide children with a clear purpose to all reading, and especially writing tasks. Whether it's an invitation to the headteacher to attend a class assembly, an email to an author or an article for a school newspaper, our children know why the quality of their writing matters: because there will be a real audience for their published work.

Professional publishing

One effective way of valuing children's work as well as providing a real incentive, is to plan for a range of ways to publish their writing. Recent examples include a whole school bookmaking project. Following a whole school Inset on bookbinding techniques, every class published their own shared book; one example being an anthology of short spooky stories composed by year 6. Their stories were mounted on handmade paper, accompanied with each child's art work (lino cut style prints on metallic paper) with a dramatic paper cut out front cover. The effort the children put into their work was immense, and the results were stunning as a result. The anthology has been enjoyed by parents and other pupils and the children's pride in their work is clear to see.

Meaningful planning

Where possible, learning in English is linked with subjects within the creative curriculum we follow: the international primary curriculum (IPC). Well in advance of teaching, teachers collaborate and share their ideas for planning through a mind mapping process. Meaningful, creative activities are planned for, ensuring that all staff members know exactly what the children will be learning and why.

Focused on strategies

The teaching of reading is not easy. As children's fluency in reading increases, it's hard to know what reading skills need to be taught, and when. We ensure that specific reading strategies are modelled explicitly to the class; this provides children with a holistic bank of skills to draw upon. This could include scanning a text, making an inference, predicting or creating a mental image. Our teachers use 'think aloud' statements to model to the children how these skills are used, and how they can help them become better readers. These strategies are then shared as a class, and then assessed in follow up guided reading activities.

Inspirational learning environment

Take a trip to our school and you'll find classroom environments that inspire adults and children alike. Not only is the children's work displayed creatively, but there is a range of learning prompts to inspire and support all pupils. We want to encourage our children to discover new texts, genres and authors, so our reading areas are inviting, well resourced and highly organised. Pupils can choose from an exciting array of reading material: newspapers, classic texts, reference books as well as the children's own published stories are just some examples of what book corners might offer.

Drama to engage and inspire

The use of drama is such a powerful tool. Taking the lead from our drama specialist, all teaching staff use a range of techniques to promote the exploration of characters, situations and historical events. This process expands the pupils' imaginations, and provides them with the ideas they need to give their writing that extra spark and flair.

Rigorous teaching of spelling and phonics

In the infants, phonics is streamed, so all children can benefit from tailored teaching, making maximum progress as a result. All phonics and spelling activities are fun, multi sensory and as physical possible, the aim being to meet all learning styles in the class. In the juniors, we try to make homework lists as personalised to the child as possible to ensure that the spelling patterns stick in a meaningful way.

Grammar concepts taught creatively

Grammar cannot be taught as a stand alone activity. What's the point of that? Children begin to understand grammar concepts, and start to apply them in their own writing, when they start to read with a writer's mind. Punctuation rules and techniques are drawn from shared texts; texts which the children have already been immersed in and have a good understanding of. Exploring these, and embedding them creatively is how the learning takes place.

Peer and self assessment

What child doesn't love marking somebody else's work? With a clear marking key, success criteria and purpose in mind, children set about assessing either their own, or a partner's piece of writing. Modelled through the teacher's own formative marking, pupils know what the expectations are. They are well trained in searching for successful examples of the learning intention, articulating their responses to the work, checking the writing matches any targets and giving constructive feedback. Seeing the children learn from each other in this way is hugely positive; you know you've done your job well.

10 creative ways to teach English that deliver outstanding results

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲